RSS

ENZIM

06 Mar

Reaksi-reaksi yang berlangsung didalam tubuh makhluk hidup terjadi pada suhu 270 C, misalnya pada tumbuhan dan pada tubuh hewan berdarah dingin; atau pada suhu 370, misalnya pada tubuh hewan berdarah panas.Pada suhu tersebut proses oksidasi akan berjalan lambat.Agar reaksi-reaksi berjalan lebih cepat diperlukan katalisator.Katalisator adalah zat yang mempercepat reaksi tetapi zat tersebut tidak ikut bereaksi. Katalisator didalam sel makhluk hidup disebut biokatalisator atau enzim.

Susunan Enzim / Struktur enzim

Secara kimia enzim tersusun atas dua bagian, yaitu bagian protein dan bagian bukan protein.

1. Bagian protein disebut Apoenzim

Bagian ini bersifat labil (mudah berubah).Misalnya terpengaruh oleh suhu dan keasaman.

2. bagian yang bukan protein disebut gugus prostetik (kofaktor).

Gugus prostetik tidak tresusun dari protein, tetapi dari ion-ion logam dan molekul-molekul organik yang disebut dengan koenzim.Koenzim yang terkenal pada rantai pengangkutan electron (respirasi sel), yaitu NAD (Nikotinamid Adenin Dinukleotida), vit B dan ko.A.Molekul gugus prostetik lebih kecil dan tahan panas (thermostabil).Senyawa anorganik yang berupa ion-ion logam seperti Cu dan Fe berperan sebagai kofaktor yang merupakan stabilitator agar enzim tetap aktif.

 

Sifat-sifat Enzim

Enzim memiliki sifat-sifat sebagai berikut :

1. Protein; karena enzim adalah suatu protein walaupun tidak 100% protein dengan demikian sifat-sifat protein tetap melekat pada enzim yaitu menggumpal pada suhu tinggi dan terpengaruh oleh pH.

2. Thermolabil; mudah rusak, enzim rusak oleh panas karena enzim adalah suatu protein.Rusaknya enzim oleh panas disebut Denaturasi.Kebanyakan enzim rusak pada suhu diatas 50o C, jikactelah rusak maka enzim tidak dapat kembali berfungsi walaupun pada suhu normal.

3. Biokatalisator; mempercepat reaksi tanpa ikut bereaksi sehingga enzim juga dapat bekerja berulang-ulang.

4. dibutuhkan dalam jumalh sedikit; oleh karena itu enzim berfungsi sebagai pemercepat reaksi sedangkan ia sendiri tidak ikut bereaksi, maka jumlahnya tidak perlu banyak.Suatu molekul enzim dapat bekerja berkali-kali, selama enzim itu sendiri tidak rusak.

5. bekerjanya ada yang didalam sel (endoenzim) dan diluar sel (ektoenzim), contoh ektoenzim : amilase, maltase dan contoh endoenzim : lisosom

6. umumnya enzim bekerja mengkatalis reaksi satu arah, meskipun ada juga yang mengkatalis dua arah, contoh : lipase, yang mengkatalis pembentukan dan penguraian lemak.Emulsi lemaklipaseas. Lemak+gliserol

7. bekerjanya spesifik; enzim bersifat spesifik artinya enzim tertentu hanya dapat mempengaruhi reaksi tertentu, tidak dapat mempengaruhi reaksi lainnya, sehingga enzim juga memiliki substrat yang spesifik. Misalnya enzim sikrase yang memecah disakarida menjadi glukosa+fruktosa.

8. Umumnya enzim tidak dapat bekerja tanpa adanya zat non protein tambahan yang disebut kofaktor.Pada suatu reaksi enzimatis terdapat zat yang mempengaruhi reaksi, yaitu aktifator dan inhibitor.Aktifator dapat mempercepat jalannya reaksi karena aktifator adalah zat penggiat, contoh aktifator enzim adalah ion Mg, ca, zat organik seperti Ko. A, sedangkan inhibitor akan menghambat jalannya reaksi enzim, contohnya Co, Arsen, Hg dan Sianida.

9. Dapat digunakan berulang kali; Enzim dapat digunakan berulang kali karena enzim tidak berubah pada saat terjadi reaksi akan tetapi molekul enzim kadang rusak dan harus diganti.

10. Dapat bekerja bolak-balik; umumnya enzim dapat bekerja bolak-balik, artinya suatu enzim dapat bekerja menguraikan suatu persenyawaan menjadi persenyawaan-persenyawaan lain, dan sebaliknya dapat pula bekerja menyusun persenyawaan-persenyawaan itu menjadi persenyawaan semula.Zat (substrat) A dapatdiuraikan menjadi zat B dan zat C, sebaiknya zat C dapat direaksikan kembali dengan zat B membentuk zat A seperti semula.

11. Kerja enzim dipengaruhi oleh lingkungan, seperti :

a.Suhu; enzim bekerja optimal pada suhu 30o C atau pada suhu tubuh dan akan rusak pada suhu tinggi.Biasanya anzim bersifat non aktif pada suhu 0o C atau dibawahnya, tetapi tidak rusak.Jika suhu kembali normal maka enzimpun mampu bekerja kembali.Sementara pada suhu tinggi, enzim akan rusak dan tidak dapat berfungsi lagi. b.pH; enzim bekerja optimal pada pH netral.Pada kondasi asam atau basa, kerja enzim terhambat. c.Hasil akhir; kerja enzim dipengaruhi oleh hasil akhir.Hasil akhir yang menumpuk menyebabkan enzim sulit “bertemu” dengan substrat.Semakin menumpuk hasil akhir, semakin lambat kerja enzim. d.Zat penghambat; selain hasil akhir, terdapat zat lain yang dapat menghambat kerja enzim yaitu inhibitor. Inhibitor ada 2, yaitu: – Inhibitor kompetetif : menghambat kerja enzim dengan menempati sisi aktif enzim.Inhibitor ini bersaing dengan substrat untuk berikatan dengan sisi aktif enzim.Inhibitor ini bersifat reversible dan dapat dihilangkan dengan menambah konsentrasi substrat. – Non kompetetif; biasanya berupa senyawa kimia yang tidak mirip dengan substrat dan berikatan pada sisi selain sisi aktif enzim.Inhibitor ini bersifat reversible tetapi tidak dapat dihilangkan dengan menambahkan konsentrasi substrat. Penamaan Enzim Sering kali enzim diberi nama sesuai dengan substratnya dan diberi akhiran –ase. Contoh : 1. 1. enzim selulase adalah enzim yang dapat menguraikan selulosa. 2. enzim lipase menguraikan lipid atau lemak. 3. enzim protease menguraikan protein 4. enzim karbohidrase menguraikan karbohidrat. Karbohidrase merupakan suatu kelompok enzim.Enzim yang termasuk karbohidrase adalah enzim amilase yang menguraikan amilum menjadi maltosa dan enzim maltase yang menguraikan maltosa menjadi glukosa. Cara kerja Enzim Molekul selalu bergerak dan bertumbukan satu sama lain.Jika suatu molekul substrat menumbuk molekul enzim yang tepat, maka akan menempel pada enzim.Tempat menempelnya molekul substrat pada enzim disebut sisi aktif.Kemudian terjadi reaksi dan molekul produk ini dapat menjadi substrat bagi molekul lain. Ada 2 teori mengenai kerja enzim, yaitu teori gembok-anak kecil dan induced fit. 1. sisi aktif enzim tertentu mempunyai brntuk tertentu yang hanya sesuai dengan substrat tertentu, seperti gembok cocok dengan anak kuncinya. Hal itu menyebabkan enzim bekerja secara spesifik.Jika enzim mengalami denaturasi karena panas, bentuk sisi aktif berubah sehingga sybstrat tidak sesuai lagi.Perubahan pH juga mempunyai pengaruh yang sama. 2. Teori induced fit Menurut teori ini, sisi aktif enzim lebih fleksibel menyesuaikan struktur substrat.Ikatan antara enzim dengan substrat dapat berubah menyesuaikan dengan substrat.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Maret 2011 in chemistry, Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: